Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 14 Desember 2013

Kredit fiktif Rp102 M Karyawan BSM sempat kabur saat audit internal



Sindonews.com - Lantaran ada sejumlah pegawai yang melarikan diri saat dilaksanakannya audit internal oleh manajemen PT Bank Syariah Mandiri (BSM), menyebabkan perkara dugaan tindak pidana perbankan berupa pemberian kredit fiktif pembelian lahan untuk pembangunan perumahan di kawasan Bogor baru dilaporkan ke Kepolisian pada 12 September 2013.

Corporate Secreatary BSM Taufik Machrus menerangkan, indikasi adanya penyimpangan terkait perkara tersebut sudah diketahui pihak manajemen sejak September tahun 2012 lalu.

"Bahwa BSM menemukan ada pelanggaran internal dalam penyaluran kredit di KantorCabang BSM Bogor sejak September 2012. Atas temuan tersebut, maka BSM menurunkan tim audit internal yang dipimpin Direktorat Kepatuhan kami. Hasil audit, memperkuat adanya tindak pidana perbankan. Untuk memproses, BSM melaporkan bareskrim pada 12 September 2013," terang Taufik di Wisama Mandiri, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Lamanya rentang waktu antara indikasi awal hingga dilakukannya pelaporan atas dugaan tindak pidana perbankan tersebut, dikarenakan adanya karyawan BSM yang diduga terlibat melarikan diri ketika audit internal dilakukan.

"Ada dua yang mangkir. Jadi, ketika pemeriksaan internal berjalan, mereka kabur. Jadi baru kita laporkan ke bareskrim setelah ada hasil audit internal," ujar Senior Vice President Human Capital BSM Ahmad Fauzi dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjut Fauzi menerangkan, manajemen telah melakukan pemecatan terhadap 3 orang karyawan yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

"Terhadap pegawai kami yang tersangkut perkara tersebut, BSM mengambil tindakan tegas, mulai dari pencopotan jabatan, skoresing, sampai pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemutusan Hubungan Kerja kepada 3 orang, JL, HH dan MA. JL dipecat tanggal 1 November 2012, HH dipecat 1 Desember 2012, dan MA dipecat tanggal 4 Oktober 2013. Kalau MA dipecat setelah ada temuan dugaan pelanggaran dari tim audit internal," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pembobolan dana kredit Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Bogor ini.

Empat tersangka tersebut di antaranya Kepala Cabang Utama Bank Syariah Mandiri Bogor M Agustinus Masrie, Kepala Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri Bogor Chaerulli Hermawan, Accaounting Officer Bank Syariah Mandiri Bogor John Lopulisa, dan Debitur Iyan Permana.

"Satu orang pengusaha yang terlibat dalam sindikat dengan manajemen BSM KCP Bogor sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah dilakukan penahanan terhadap empat tersangka tersebut," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

sumber : Sindonews.com dari


Senin, 02 Desember 2013

Lion Air Penting Untuk Diaudit

Penulis, Saras Aryanti

Kementrian Perhubungan segera melakukan audit khusus pada maskapai penerbangan Lion Air. Audit khusus itu merupakan tindak lanjut atas kecelakaan pesawa Lion Air di Bandara Internasional Ngurah, Rai, Bali pada tanggal 13 april 2013.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen perhubungan udara Herry Bakti mengatakan bahwa audit umumnya berlangsung terhadap seluruh maskapai. Namun karena ada kejadian tersebut Kemenhub menerapkan audit tambahan.
Terkait ganti rugi, Mangindaan mengingatkan Lion Air harus mematuhi Permenhub No.77/2011 yang telah diperbaharui  dengan Pemenhub No.92/2012. aturan itu mewajibkan penggantian bila terjadi kecelakaan, kerusakan, kehilangan, dan barang bagasi yang hilang.
Pemenhub No.77/2011, kata Mangindaan, mengatur kewajiban maskapai atas kerugia meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka, hilang atau rusaknya bagasi, kabin, hilang, musnah atau rusaknya kargo. Aturan itu juga mengatur keterlambatan dan kerugian pihak ketiga.
Mangindaan berharap KNKT menuntaskan analisis terhadap flight data recorder (FDR) dan menyampaikan hasilnya ke publik.  Sedangkan, tim evakuasi sudah menemukan cockpit voice recorder (CVR) di lokasi.jatuhnya pesawat pada Senin (15/4).
Mengenai rencana Kemenhub melakukan audit khusus, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait ketika dikonfirmasi Republika tak menjawab. Nomor telepon Edward tak diangkat saat diteepon.
Kesimpulan, memang penting adanya pengauditan terhadap maskapai karena baik penumpang, investor, dan pihak berkepentingan lainnya membutuhkan kejelasan dari perusahaan Lion sehingga pihak terkait tidak merasa rugi.
Sumber, M. Iqbal dan Ahmad Baraas. 16 April 2013. Lion Air Segera di Audit. Jakarta, Republika. 
 

Seberapa Pentingnya Asuransi Syariah bagi anda?

Blogger news

About